Sebelum gue bener-bener migrasi ke Wi-Fi 5, gue cari tahu dulu apakah Wi-Fi 4 sudah mentok sampai di 100 Mbps. Sebab kalo diperhatikan pada dus Wireless Router ada tulisan bisa sampai 450 Mbps dan bahkan 600 Mbps. Gue cari literatur, kasak-kusuk kesana kemari. Dan tibalah di satu kesimpulan.
Perangkat Wi-Fi 4 baik itu Wireless Router, Dongle USB, Smartphone, Laptop dan sejenisnya secara teknis itu punya Spatial Stream, mulai dari 1x1, 2x2, 3x3 sampai 4x4. Arti dari 1x1 adalah 1 receive dan 1 transmit. Kalo 2x2 berarti bisa 2 receive dan 2 transmit. Lalu tulisan speed di dus itu adalah bahasa marketing. Semisal untuk spesifikasi yang 1x1, biasanya ditulis 150 Mbps. Dari mana angka itu berasal?
Asalnya dari Spatial 1x1 di lebar channel 20 MHz dan kecepatan resminya adalah 72 Mbps. Resmi artinya dalam kondisi sangat sempurna, di sebuah ruangan laboratorium yang bebas interferensi. Saat sudah sampai di customer, nilai 72 Mbps ini akan turun idealnya di 65 - 75% nya saja tergantung kualitas si perangkat Wi-Fi 4 dan lingkungan (pantulan dari bahan kayu, bahan tembok bata atau semen, bahan besi, bahan cermin, kelembapan udara dsb). So idealnya ada di kisaran 46 - 54 Mbps. Which is di case gue pas di 50 Mbps. Kalo lo dapet jauh di bawah 46 Mbps artinya ada masalah.
Saat di lebarin jadi 40 MHz, kecepatan resminya naik dari 72 Mbps ke 150 Mbps. Dan inilah yang dicetak pada dusnya. Banyak orang bahkan gak sadar kalo by default perangkat mereka beroperasi cuma di 20 MHz. Di kasus Wireless Router gue saat di lebarin jadi 40 MHz, gue gak bisa test speednya karena port Ethernet Wireless Router gue masih 100 Mbps, jadi yang akan mentok terus di 100 Mbps. Tapi, kalo gue pake rumus 65 - 75% harusnya ada dikisaran 97 - 112 Mbps.
Jadi secara ideal, susunan Wi-Fi 4 itu seperti ini;
- Spatial Stream 1x1 di 20 MHz, di dusnya 72 Mbps, real 46 - 54 Mbps
- Spatial Stream 1x1 di 40 MHz, di dusnya 150 Mbps, real 97 - 112 Mbps
- Spatial Stream 2x2 di 20 MHz, di dusnya 144 Mbps, real 93 - 108 Mbps
- Spatial Stream 2x2 di 40 Mhz, di dusnya 300 Mbps, real 195 - 225 Mbps
- dan seterusnya
Kenapa gak gue terusin, karena mayoritas Laptop dan Smartphone itu cuma sampe Spatial Stream 2x2, makin banyak Spatial Streamnya makin mahal, makin butuh power gede dan makin boros batere. Jadi secara mayoritas, market laptop dan smartphone membatasi hardware cuma maksimal 2x2, meskipun Wireless Routernya ada yang jual sampai 4x4.
Wireless Router yang gue pake dirumah pertama kali saat pake Wireless 3G spatial 2x2 di dusnya tertulis 300 Mbps. Trus gue upgrade ke tipe High Power / High Gain, masih spatial 2x2 tapi coverage areanya tambah luas, nasib buruk kesamber petir, gue harus beli baru tetap versi High Power / High Gain dan support sampai 3x3 Spatial Stream, dan kalo lebar channelnya gue gedein sampai 40 MHz, bisa sampe 450 Mbps secara teori.
Problemnya entah kenapa Wireless Router yang support 3x3 Spatial Stream itu gak punya port Gigabit Ethernet (1000/1000). Jadi aliran internet dari provider yang 150 Mbps itu gak akan pernah bisa dipancarluaskan di 150 Mbps. Meskipun gue colokin kabel LAN berkualitas tinggi CAT-5 atau CAT-6 dari provider internet yang lewat pasti ketahan di 100 Mbps aja. Gue harus upgrade Wireless Router itu, no choice.
Tadinya mau migrasi ke Wi-Fi 5, tapi saat itu sudah lahir Wi-Fi 6. Jadi gue mikir keras, naik satu kelas ke Wi-Fi 5 atau sekalian ke Wi-Fi 6 aja, sekalipun saat itu gue belum punya smartphone, atau laptop yang Wi-Fi 6. Singkat cerita gue mutusin migrasi ke Wi-Fi 6.
Sedikit sejarah;
- Wi-Fi 1 atau nama aslinya Wi-Fi 802.11 (2.4 GHz) kecepatannya max 2 Mbps
- Wi-Fi 2 atau nama aslinya Wi-Fi 802.11b (2.4 GHz) kecepatannya max 11 Mbps (ini yang gue lihat di pameran komputer)
- Wi-Fi 3 atau nama aslinya Wi-Fi 802.11a (5 GHz) kecepatannya max 54 Mbps tapi entah kenapa gak populer karena coverage areanya sempit dan implementasinya mahal.
- Wi-Fi 3E atau nama aslinya Wi-Fi 802.11g (2.4 GHz) kecepatannya max 54 Mbps sama dengan Wi-Fi 3 polosan, populer di era hot spot di Mall atau restoran, termasuk kantor pertama gue kerja. Karena lebih dari cukup, internet saat itu masih di kisaran 1 - 2 Mbps, jadi 65% dari 54 Mbps, masih jauh lebih dari cukup, jangkauannya juga jauh sehingga lebih ekonomis dibanding Wi-Fi 3 polosan.
- Wi-Fi 4 atau nama aslinya Wi-Fi 802.11n (2.4 GHz & 5 GHz) kecepatannya max 600 Mbps, masih populer sampe sekarang, jadi standar minimal Wi-Fi saat ini karena udah bisa mengimbangi Fast-Ethernet 100 Mbps.
- Wi-Fi 5 atau nama aslinya Wi-Fi 802.11ac (5 GHz) kecepatannya max 1.733 Mbps, kenceng banget, 65% dari 1.733 Mbps saja masih lebih cepat dari 1 Gigabit Ethernet tapi areanya terbatas, makanya dulu pasti di kombinasi Wi-Fi 4 dan Wi-Fi 5 di satu lokasi.